Agus Susanto

Lahir di Klaten, 21 Agustus 1974.
Pendidikan, Fisipol UNS 1992.
Bergabung dengan Desk Foto Kompas 2000, dan sejak itu menjadi salah satu fotografer andalan Kompas.
Salah satu foto yang dikenang pembaca Kompas adalah foto seri tentang tersangka korupsi Gayus Tambunan yang "menyusup" keluar dari tahanan untuk menonton pertandingan tenis di Bali.
Pernah meliput di hampir semua daerah di Indonesia, dan memenangkan sejumlah penghargaan fotografi. Mengikuti ekspedisi Anyer - Panarukan (2008).
Minum dari air kotor yang disaring dari baju kaus, harus dilakukan fotografer Kompas ini. "Mau bagaimana lagi, Gunung Tambora dari jalur Doropeti sangat sulit mencari air bersih, yang ada cuma air genangan," katanya kepada anggota tim yang mendaki Gunung Tambora dari jalur Desa Pancasila. Sebagian besar foto-foto tentang ekspedisi di Tambora yang dimuat di Harian Kompas dihasilkan darinya. Termasuk foto-foto yang dihasilkan dari udara menggunakan helikopter.

Ahmad Arif

Lahir di Rembang, 4 September 1977.
Menyelesaikan kuliah di Arsitektur UGM tahun 2001. Bergabung di Kompas sejak 2003.
Pernah bertugas di Yogyakarta(2003), Medan (2004), Aceh (2004-2007), dan sekarang di Desk Humaniora.
Merencanakan ekspedisi Cincin Api sejak tahun 2007, sepulang meliput gempa dan tsunami Aceh.
Menulis buku "Jurnalisme Bencana, Bencana Jurnalisme", "Hidup Hirau Hijau", "Melihat Indonesia dari Sepeda", dan "Es di 7 Puncak Dunia".
Memenangkan Mochtar Lubis Award untuk penulisan feature pada tahun 2008 dan 2009.
Mengikuti ekspedisi Tanah Papua (2007), Lintas Timur Barat (2007), Anyer-Panarukan (2008), Jelajah Kalimantan (2009), Jelajah Sepeda (2010).
Ketua tim Ekspedisi Cincin Api Kompas ini memperhatikan dengan detil manajemen perjalanan. Malam hari di saat ngantuk dan letih, baginya rapat evaluasi harus dilaksanakan bersama-sama. Aik, begitu dia akrab disapa, pernah menulis buku "Jurnalisme Bencana, Bencana Jurnalisme", "Hidup Hirau Hijau", "Melihat Indonesia dari Sepeda", dan "Es di 7 Puncak Dunia".

Akmal Yusmar

Lahir di Bukittinggi, 9 Agustus 1973.
Mengawali karir sebagai jurnalis TV sejak tahun 1994 dan sering terjun dalam liputan konflik di tanah air, seperti konflik Aceh, Ambon, dan Timor-timor.
Namun sejak tahun 1993, lebih mencurahkan energi jurnalis untuk membuat karya-karya Documentary dan aktif mengikuti festival documentary dalam maupun luar negri, beberapa penghargaan yang pernah diraih seperti JIFERS (Jakarta International Film Festival), Aljazira Film Festival, FHO Award, Sampoerna Adiwarta dan lain-lain.
Saat ini sebagai Produser dalam Ekspedisi Kompas Cincin Api dalam Program Tiang Langit.
Dalam ekspedisi ini, Akmal mencurahkan energi jurnalis untuk membuat karya-karya dokumenter. Sebagai produser, dia memimpin beberapa rekannya di Kompas TV untuk menggarap dokumenter Cincin Api di Indonesia.

Amir Sodikin

Kelahiran Ngawi 1976.
Lulusan Universitas Gadjah Mada Fakultas Biologi.
resmi bergabung dengan Kompas sejak 2003 dengan penempatan pertama di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Sejak 2006 berada di Jakarta dan kini aktif di desk Multimedia.
Pernah mengikuti ekspedisi Kompas: Ekspedisi Barito- Muller-Mahakam (2005), Lintas Timur-Barat (2006), dan Jelajah Sepeda (2010).
Menyukai dunia penulisan untuk hal-hal yang berbau tradisionalisme dan teknologi informasi.
Website : www.amirsodikin.com
Informasi terupdate berada di tangan wartawan desk multimedia ini. Setiap waktu dia menyempatkan mengirim perkembangan perjalanan melalui jejaring sosial yang terhubung ke www.cincinapi.com. Sepanjang perjalanan pokoknya tidak lepas dari satelit, telepon pintar, dan netbook. Bahkan ketika off-road menggunakan jip terbuka menuju Desa Tepal di Sumbawa pun dia menyempatkan membuka laptop sekaligus untuk memperbarui data.

Aris Koswara

Lahir di Bandung pada tanggal 02 Oktober 1985.
Lulusan dari D III Periklanan Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD.
Bergabung di KOMPAS TV pada tanggal 02 Mei 2011 sebagai Production Assistant.
Sebelumnya bekerja disebuah Lembaga Sosial Masyarakat yang menangani tentang bencana gempa bumi di Garut selatan.

Deden Hari Firmansyah

Lahir di Tangerang, 24 Maret 1981.
Sempat mengenyam pendidikan di Jurusan Sastra Rusia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI 1999 dan Pascasarjana Ilmu Komunikasi UI 2004.
Bergabung dengan Harian Umum Kompas sebagai Penyelaras Bahasa sejak 2003. Tahun 2011 ditugaskan sebagai news reporter di Kompas TV.
Pengalaman ekspedisi:- Ekspedisi Citarum

Fikria Hidayat

Lahir di Martapura, 28 Juli 1978.
Menyelesaikan kuliah di Arsitektur UGM tahun 2001.Pendidikan Jurusan Komunikasi Fisipol Uniska. Mengawali karir sebagai wartawan Banjarmasin Post (Tribun News) pada tahun 2003.
Tahun 2007 dimutasi ke megaportal Kompas.com untuk menangani Kompas Images - Indonesia Images Stock.
Ekspedisi Kompas:
  1. Ekspedisi Barito-Muller-Mahakam 2005
  2. Susur Selatan Jawa 2008
  3. Jelajah Sepeda Surabaya Jakarta (2010)
  4. Ekspedisi Cincin Api Kompas (2011)
Sejumlah peralatan seperti panohead, tripod, GPS, waterpass dan tentu kamera digital, selalu dibawa saat menapaki rute-rute ekspedisi. Foto-foto virtual reality 360 derajat dalam ekspedisi ini dihasilkan oleh fotografer yang kini menangani Kompas Images - Indonesia Images Stock. "Saya sering dikira orang sedang mengukur jalan dan ketinggian, padahal sedang memotret foto 360 derajat," ujarnya.

Gunawan Kartapranata

Lahir di Jakarta 9 Juli 1976.
Menjadi karyawan Kompas sejak 2006 sebagai desainer grafis.
Sebagai tim grafis untuk Ekspedisi Lintas Timur Barat (2006), Anyer Panarukan (2008), Bengawan Solo (2008), dan Jelajah Kalimantan (2009).
Nominator Indonesian Graphic Design Award (2009).

Indira Permanasari

Lahir di Jakarta, 5 Maret 1978.
Menempuh pendidikan di Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Parahyangan, Bandung.
Pernah menjadi wartawan majalah Femina.
Bergabung dengan Harian Kompas sejak tahun 2003 dan sempat ditugaskan di Surabaya.
Beberapa tahun terakhir bertugas di Desk Humaniora, meliput isu kesehatan.
Indira memenangkan sejumlah pernghargaan penulisan. Menulis buku "Hidup Hirau Hijau" dan "Es di 7 Puncak Dunia."
Meskipun sebelumnya jarang mendaki gunung, jurnalis perempuan yang sekarang menempati desk humaniora dan biasa meliput isu kesehatan ini, justru menapak medan terjal dan hutan tanpa kendala berarti. Dalam ekspedisi, dia dikenal paling intensif menggarap masalah antropologi budaya. Selain itu juga sangat memperhatikan masalah kesehatan dalam tiap rute ekspedisi

Khaerul Anwar

Lahir di Kopang, Lombok Tengah, 8 September 1960.
Bergabung dengan Harian KOMPAS sejak 1990.
Ditugaskan di Mataram, Nusa Tenggara Barat sejak tahun 1997 hingga saat ini.
Mengikuti Ekspedisi Cincin Api untuk peliputan Tambora dan Rinjani.

Nandita Erisca

Lahir di Jakarta, 5 Juli 1986.
Menempuh pendidikan di Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia 2004.
Mengalawali karir di dunia pertelevisian sejak tahun 2010 sebagai Host wisata sejarah, kemudian bergabung dengan Kompas TV sejak tahun 2011 sebagai News Reporter.

Robbi Swastara

Lahir di Jogjakarta, 04 Juli 1973.
Berangkat sebagai seorang Lightingman disebuah Rumah Produksi tahun 1993, dan kemudian terjun sebagai kameraman, telah banyak mengikuti produksi Drama, Iklan dan Documentary.
Saat ini sebagai Cameraman dalam ekspedisi Cincin Api Kompas dalam program Tiang Langit.

Rony B. Kuncoro

Lahir di Purworejo, 10 Agustus 1985.
Pendidikan, Fakultas Teknik UGM 2003, mengawali karir sebagai fotografer lepas, kemudian terjun ke dunia pertelevisian pada tahun 2008.
Bergabung dengan KOMPAS TV sejak Januari 2011 sebagai Cameraman pemberitaan.

Dwi Rustiono Widodo

Lahir di Yogyakarta 17 Juli 1972.
Pendidikan, Fakultas Geografi UGM 1992 dan aktif di kelompok pecinta alam Gegama (Geografi Gajah Mada).
Bergabung dengan Litbang Kompas sejak 2003. Mengikuti ekspedisi Kompas: Anyer Panarukan (2008), Sungai Ciliwung (2009), dan Sungai Citarum (2011).
Meskipun sempat cedera kaki yang cukup parah saat mendaki Gunung Tambora dari jalur Doropeti, Rustiono tetap menggapai puncak. "Saya tidak akan lupa dengan jasa para porter dari Doropeti yang sangat hebat dan ikut mengobati saya saat cedera kaki," katanya. Sepanjang perjalanan, di tangannya selalu tidak lepas dari peta dan GPS. Poin-poin dan data GPS yang penting dalam ekspedisi dibuat oleh Litbang Kompas ini.

Wayan Astaphala

Lahir di Gianyar pada tanggal, 4 Mei 1978.
Sebagai Kameraman Ekspedisi Cincin Api Kompas dalam program Tiang Langit.
Sebelumnya pernah meraih nominasi dalam dan luarnegri seperti:
  1. JUARA 1 ANUGERAH PESONA WISATA BUDPAR "PELEBON AGUNG"
  2. JUARA 1 ADIWARTA SAMPOERNA " BADAK CULA SATU"
  3. JUARA 1 ADIWARTA SAMPOERNA " FEDOPILIA DI BALI"
  4. JUARA 3 MENTERI KEHUTANAN "KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN
  5. NOMINASI ITALY FILM FESTIVAL ''SUNGAI BAWAH TANAH"
  6. NOMINASI ALJAZERA FILM FESTIVAL "FEDOPILIA DI BALI"
  7. NOMINASI SINGAPORE INTERNATIONAL FILM FESTIVAL "GOA SILUMAN"
  8. NOMINASI FESTIFAL FILM INDONESIA " LUKISAN TELAPAK TANGAN PURBA"